SNARK

Pusat Informasi Up To Date

Category: Sains

January 19, 2021

Seputar Gerhana Bulan Mulai dari Pengertian hingga Tanda-tandanya

beltwaysnark.com | Gerhana bulan adalah sebuah fenomena di mana sebagian atau seluruh penampang bulan tertutupi oleh bayangan planet bumi. Sehingga membuat sinar matahari tidak bisa menggapai bulan atau bisa disebut gerhana, ketika bulan, bumi dan matahari berada pada posisi yang sejajar.

Kejadian ini disebut dengan fenomena gerhana. Ketika terjadi gerhana, bulan yang tampak akan seperti terkikis, karena cahayanya yang tidak penuh sampai ke bulan. Gerhana yang terjadi pada bulan ternyata memiliki berbagai jenis. Berikut penjelasannya.

Gerhana Bulan­ Penumbra

Jenis gerhana satu ini terjadi ketika bagian bulan yang tertutup oleh bumi hanya bagian penumbranya saja. Sehingga dalam fenomena ini bulan masih bisa terlihat sepenuhnya dari bumi. Penumbra yang dimaksud yaitu seperti bayangan bumi bagian luar yang dipantulkan karena adanya sinar matahari.

Meski begitu, fenomena ini tetap disebut sebagai gerhana bulan. Pada gerhana ini juga penumbra yang tertutupi adalah seluruhnya. Penampakan yang terlihat dari bumi, yaitu seperti bulan biasanya, namun dengan cahaya yang agak suram atau redup.

Gerhana penumbra ini bisa terjadi juga ketika gerhana matahari. Pada bulan, gerhana penumbra ini tidak memiliki pengaruh yang cukup besar.

Gerhana Bulan Sebagian

Selain gerhana penumbra, ada juga gerhana sebagian. Seperti namanya, gerhana ini terjadi ketika bumi menutupi sebagian dari bulan. Sedangkan bagian bulan yang lainnya masih berada di area penumbra. Pada fenomena ini, permukaan bulan masih mendapatkan cahaya matahari sebagian.

Jika dilihat dari bumi, maka akan terlihat hanya sebagian bulan yang ada cahayanya. Meski hanya 1/3 bagian bulan yang tertutupi bumi, maka gerhananya disebut gerhana sebagian. Karena tidak seluruh permukaan bulan tertutupi cahaya matahari.

Gerhana Bulan Total

Jenis gerhana terakhir yaitu gerhana total. Fenomena ini terjadi ketika seluruh bagian bulan tertutupi oleh bumi dari cahaya matahari. Sehingga tidak ada bagian bulan yang akan terlihat bercahaya dari bumi. Ada dua jenis gerhana total yaitu gerhana total saja dan gerhana total plus (+).

Gerhana total plus terjadi ketika bulan melewati daerah titik pusat atau umbra. Sehingga warna bulan akan berubah menjadi merah yang merata. Fenomena ini jarang terjadi dan sekaligus merupakan fenomena yang menakjubkan. Bahkan pada daerah bumi tertentu bulan akan tampak lebih merah dari daerah lainnya.

Gerhana total plus ini disebut juga dengan blood moon. Selain itu, gerhana total akan dapat terhitung setiap tahunnya dengan menggunakan perhitungan astronomi. Gerhana total ini menjadi sebuah fenomena yang memikat bagi setiap orang di bumi.

Proses Terjadinya Gerhana Bulan

Ketika fenomena gerhana bulan terjadi, prosesnya lebih lama jika dibandingkan dengan gerhana matahari. Walaupun hanya memiliki selisih beberapa menit. Dalam prosesnya ada beberapa tahapan, yaitu sebagai berikut.

  • Gerhana awal atau permulaan dimulai ketika bulan masih terang dan bersinar, kemudian tiba-tiba akan tertutupi sedikit demi sedikit oleh bayangan hitam. Atau ketika bulan sudah masuk pada area penumbra, di mana bayangan yang dimaksud adalah bayangan bumi.
  • Setelah itu, beberapa saat kemudian bulan akan tertutupi lebih banyak oleh bayangan bumi. Hingga akhirnya akan tertutupi seutuhnya pada gerhana total. Dan akan tertutupi hingga bentuknya sabit pada gerhana sebagian.
  • Kemudian, pada saat itulah disebut dengan puncak gerhana. Apalagi ketika fenomena yang terjadi adalah gerhana total. Maka bulan akan tampak seperti hilang jika dilihat dari bumi. Puncak gerhana ini biasanya berlangsung dalam beberapa menit dan cukup lama.
  • Ketika semua proses sudah terjalani, maka gerhana akan memasuki fase akhir di mana bulan akan muncul pada arah sebaliknya ketika ia tertutupi. Sinar bulan akan kembali tampak secara perlahan. Mulai dari bentuk bulan sabit hingga terlihat sebagai bulan seutuhnya dan kembali seperti normal.

Proses terjadinya gerhana bulan memerlukan waktu yang tidak sebentar. Bahkan akan memakan waktu hingga berjam-jam lamanya. Akan tetapi, biasanya puncak gerhana hanya akan bertahan dalam beberapa menit saja. Hal-hal seperti ini yang membuat banyak masyarakat tertarik.

Peristiwa Gerhana Bulan

Peristiwa gerhana ini akan muncul ketika bulan dan bumi diperkirakan akan mengalami posisi yang sejajar dengan matahari. Namun, dalam beberapa hal karena adanya kemiringan orbit bulan yang berbeda dengan bumi, maka tidak semua posisi ini akan mengakibatkan terjadinya gerhana.

Adanya perpotongan pada bidang orbit bulan dengan bidang pada ekliptika dapat menghasilkan dua titik yang memotong atau disebut dengan node. Gerhana ini terjadi ketika bulan memotong bidang ekliptika dan menghasilkan node, sehingga bulan akan beroposisi pada titik node tersebut.

Pada perhitungannya, bulan memerlukan waktu kurang lebih 29 hari untuk bergerak dari titik oposisi satu ke titik oposisi yang lain. Maka dari itu, sebenarnya jika terjadi gerhanamaka selanjutnya akan diikuti juga dengan gerhana matahari. Karena, node ada di garis yang menghubungkan bumi dan matahari.

Peristiwa gerhana ini, biasanya bulan akan dapat terlihat dari bumi meski terjadinya gerhana total. Karena pada dasarnya, cahaya matahari akan dibelokan ke arah bulan oleh atmosfer bumi. Sehingga, sinar matahari yang dibelokkan mengandung spectrum berwarna merah dan membuat bulan menjadi gelap.

Skema Gerhana Bulan

Dalam gerhana, skema yang terbentuk antara posisi bulan, matahari dan bumi tidak akan selalu sama. Pada beberapa fenomena, bulan akan menempati posisi penumbra atau umbra baik sebagian atau sepenuhnya. Sehingga banyak sekali skemanya.

Ketika gerhana terjadi, warna bulan akan menjadi gelap dan suram jika diamati dengan mata secara langsung. Jika gerhana yang terjadi adalah bulan maka akan aman-aman saja bagi mata karena tidak memantulkan radiasi, berbeda dengan gerhana matahari yang akan merusak mata jika dilihat langsung.

Saat gerhana, bulan akan menempati posisinya dan tertutup oleh bayangan bumi. Baik bayangan penumbra atau umbra yang terbentuk karena bumi tersinari oleh matahari. Adapula keadaan bulan lainnya yaitu super moon dan juga blood moon. Fenomena ini sangat unik karena tidak terjadi setiap saat.

Gerhana terjadi ketika bulan tidak terlihat dari bumi karena tertutup bayangan bumi, sedangkan supermoon terjadi ketika posisi bulan berada sangat dekat dengan bumi. Sehingga akan terlihat lebih besar dari biasanya. Akan terlihat di daerah-daerah tertentu saja.

Sedangkan peristiwa blood moon terjadi ketika bulan berwarna sangat merah. Bisa terjadi ketika gerhana ataupun terjadi saat tidak ada gerhana. Fenomena ini sangat menakjubkan dan juga mengerikan karena kondisi bulan akan menampakkan sinar berwarna merah.

Akibat Gerhana Bulan

Mengingat bahwa gerhana merupakan fenomena yang terjadi secara alami, maka tentunya akan ada dampak atau akibatnya terhadap lingkungan hidup di bumi. Karena merupakan sebuah kejadian yang tidak biasanya terjadi. Berikut penjelasannya.

1. Pasangnya Air Laut

Meskipun merupakan fenomena alam, gerhana ini sangat jarang terjadi sehingga sangat perlu untuk diperhatikan dan diawasi agar tidak menimbulkan dampak yang buruk bagi lingkungan. Karena ketika terjadi gerhana, air laut akan pasang dan dapat membuat kegiatan para nelayan terganggu.

Selain itu, transportasi yang melibatkan lautan pun akan terganggu. Hal tersebut terjadi karena pada saat gerhana, posisi bumi berada pada garis yang sejajar dengan matahari ataupun dengan bulan. Sehingga akan menimbulkan terjadinya pasang yang maksimal hingga mencapai 1,5 meter.

2. Terganggunya Kehidupan Makhluk Hidup

Gerhana merupakan kejadian yang luar biasa bagi manusia, begitu juga dengan para hewan dan tumbuhan di bumi. Gerhana ini akan memberikan dampak kurang baik pada metabolisme tumbuhan seperti pohon. Selain itu, akan mengakibatkan perilaku yang tidak normal juga pada hewan karena rasa takut atau cemas.

Gerhana yang terjadi pada malam hari, akan membuat hewan nokturnal terganggu aktivitasnya, seperti pada saat mencari makanan. Contohnya, nyamuk yang akan keluar pada saat gerhana, sedangkan kuda nil akan mencari tempat persembunyian di bawah air karena gelisah. Begitu juga dengan tupai pohon.

3. Mengakibatkan Cuaca yang Cukup Ekstrem

Tidak hanya makhluk hidup saja yang dapat terpengaruhi, alam pun akan ikut terpengaruh, seperti cuaca yang berubah menjadi eksrem. Dalam sebuah kesempatan BMKG menyebutkan bahwa ketika gerhana terjadi semua orang harus waspada, karena suhu dan kualitas udara di bumi akan terpengaruh.

Selain itu, tekanan udara di bumi akan melonjak tinggi apalagi di belahan bumi bagian utara. Ketika gerhana terjadi, udara di benua Asia akan bergerak dengan cepat ke bagian benua Australia. Sehingga membuat udara di Indonesia menjadi dingin. Kemudian, akan disusul dengan angin yang cukup kencang dan hujan.

4. Menjadi Pemicu Terjadinya Gerakan Lempengan Bumi

Dampak terparah yang dapat timbul karena gerhana, yaitu terjadinya gempa bumi. Sehingga tidak jarang menimbulkan kecemasan diantara masyarakat.  Ketika terjadi pasang, maka fokus akan teralih pada pelat yang tidak memiliki gaya tekanan air.

Ketika hal tersebut terjadi, maka lempeng lain akan menembus lempeng yang ada di bawahnya dan menyusup ke dalam air, yang akan membuat gerakan pada dasar bumi. Sehingga terjadi gempa bumi dan biasanya terjadi pada gerhana super bulan.

5. Malam Hari Lebih Gelap

Dampak selanjutnya yaitu, gerhana dapat membuat malam hari menjadi semakin gelap dari biasanya. Karena tidak adanya atau minimnya cahaya bulan yang menerangi bumi. Pada beberapa sumber juga dikatakan bahwa hal tersebut memiliki hubungan dengan adanya gangguan pada hormon manusia.

Tanda-Tanda Gerhana Bulan

Sebelum gerhana terjadi, biasanya akan ada tanda-tandanya yang mudah dikenali. Seperti, gerhana ini sering terjadi pada saat bulan purnama atau bulan penuh. Kemudian, posisi bulan, bumi dan matahari diperkirakan akan sejajar pada waktu tertentu.

Tanda lainnya yaitu bulan yang seharusnya menerima cahaya dari matahari pada saat malam hari, namun ketika gerhana, bulan tidak akan tersinari oleh matahari. Sehingga membuat bulan nampak setengah bagian saja yang tersinari.

Gerhana ini terjadi pada malam hari, maka dari itu disebut dengan gerhana bulan. Selain itu, bulan akan memasuki bayangan bumi dengan perlahan, dan saat itulah terjadi gerhana. Pada dasarnya gerhana ini memang berlangsung lama, yaitu sekitar 6 jam lamanya.Gerhana bulan merupakan fenomena alam yang luar biasa dan terjadi karena adanya kehendak dari yang Maha Kuasa. Selain itu, meski memiliki beberapa dampak yang kurang baik, gerhana ini menjadi sebuah pengingat bagi manusia dan hewan bahwa ada kekuasaan yang sangat kuat di luar sana.

Baca Juga:

January 19, 2021

Raksasa Gas Planet Saturnus

beltwaysnark.com | Planet Saturnus merupakan planet yang menempati posisi keenam dalam tata surya setelah Jupiter. Planet ini memiliki ciri khas yang membuatnya mudah dikenali. Ciri khas tersebut yaitu adanya piringan atau yang biasa disebut sebagai cincin planet.

Jika dibandingkan dengan planet lainnya, Saturnus ini memiliki massa jenis yang lebih ringan dari planet lainnya. Planet ini juga memiliki struktur yang lunak karena sebagian besar zat penyusunnya adalah gas. Ukurannya sangat besar, yaitu lima kali lipat dari planet Bumi.

Ciri-Ciri Planet Saturnus

Saturnus dikatakan sebagai planet terindah dengan cincin berjumlah ribuan yang mengelilinginya. Cincin inilah yang menjadi ciri khas dari planet Saturnus. Cincin ini terdiri dari serpihan bebatuan yang bergerak di orbitnya, sehingga mengelilingi Saturnus. Diperkirakan batu-batu tersebut dulunya adalah sebuah bulan.

Saturnus ini memiliki ukuran yang cukup besar, sehingga dikategorikan sebagai planet terbesar kedua di tata surya setelah Jupiter. Karena massa jenisnya yang rendah, Saturnus memiliki 30% lebih kecil dari massa jenis air. Meskipun memiliki inti yang lebih padat dari air.

Atmosfer atau udara yang melapisi planetnya mengandung banyak sekali gas. Hal ini pula yang membuatnya menjadi lebih ringan dibanding planet lain. Suhu Saturnus pun bisa sangat dingin karena cincinnya dilapisi es.

Cincin Saturnus

Cincin unik yang dimiliki Saturnus, membuatnya menjadi sebuah daya tarik tersendiri. Jika dibentangkan cincin ni akan mencapai panjang hingga lebih dari 120 kilometer atau 4120 – 75000 mil. Jika di atas khatulistiwa maka rata-rata ketebalannya bisa mencapai 20 meter atau 60 kaki.

Partikel penyusun cincin ini sangat bervariasi ukurannya. Mulai dari sekecil debu hingga sebesar 10 meter. Meski demikian, partikel lainnya memiliki kandungan gas sendiri sehingga dapat tetap mengorbit di tempatnya. Sistem cincin Saturnus ini paling mudah dikenali dan dilihat.

Partikel penyusun cincin ini terdiri dari ribuan serpihan batu-batu dengan lapisan es. Beberapa serpihan dianggap dapat berukuran sebesar rumah. Hal tersebut juga merupakan ciri unik yang dimiliki Saturnus ini. Selain itu, lapisan es dan hidrogen yang ada pada Saturnus membuatnya menjadi lebih dingin.

Jika dilihat dari jauh, Saturnus hanya dikelilingi oleh beberapa cincin yang cukup lebar saja. Akan tetapi, kenyataannya ada ribuan cincin sempit dalam cincin tersebut atau yang disebut dengan ringlet. Ringlet ini merupakan beberapa cincin kecil yang mengelilingi cincin Saturnus.

Ringlet ini merupakan penyusun cincin F yang sempit dan masing-masing saling terikat dengan bentuk pilin. Selain itu, ringlet ini dipisahkan dari cincin lainnya karena adanya gaya gravitasi dua bulan atau penggembala. Cincin ini disebut juga dengan Prometheus dan Pandora.

Satelit Planet Saturnus

Seperti halnya Bumi, Saturnus pun memiliki satelitnya sendiri. Satelit ini memiliki jumlah yang cukup banyak, tetapi sebagian besar di antaranya memiliki ukuran yang kecil. Yaitu, 34 di antaranya berukuran 10 km, sedangkan yang lainnya berukuran lebih dari 48 km.

Satelit Saturnus memiliki nama-nama yang tidak asing didengar, karena namanya terdiri dari nama dewa-dewi Titan dalam mitologi Yunani. Satelit alami Saturnus, yaitu Titan juga merupakan satu-satunya satelit alami dalam tata surya dengan atmosfer yang cukup tebal.

Pada Titan terdapat pula bahan kimia organik dengan susunan yang lebih kompleks. Satelit satu ini, juga merupakan satelit satu-satunya yang dikabarkan memiliki sebuah danau hidrokarbon.

Nama dan Jumlah Satelit Planet Saturnus

Saturnus dikatakan memiliki lebih dari 53 satelit, namun ada juga yang mengatakan bahwa Saturnus ini hanya memiliki 21 satelit saja. Contoh satelitnya, yaitu Enceladus di mana satelit ini memiliki sisi yang berkawah serta satu sisi lainnya memiliki struktur yang lebih rata.

Ada Mimas yang juga diketahui memiliki kawah yang cukup besar akibat dari adanya tubrukan dengan benda langit lainnya, yang hampir menghancurkannya. Selain itu, ada Atlas, 1980s26, Ephemetheus, Janus, Telesyo, Calypso, Dione, Rhea, Hyperion, Lapetus, Phoebe dan banyak lagi yang lainnya.

Ada sekiranya 82 satelit alami yang dimiliki oleh Saturnus ini. Akan tetapi, belum semua satelit memiliki nama yang resmi. Pada beberapa waktu lalu ditemukan juga fakta adanya beberapa satelit minor yang memiliki ukuran 40 hingga 500 meter di area cincin Saturnus.

Titan yang merupakan satelit terbesarnya mendominasi sistem cincin yang mengitari Saturnus. Begitu juga satelit Rhea yang memiliki atmosfer dan sistem cincin yang lebih tipis. Selain itu, Enceladus memiliki komposisi yang mirip dengan komet. Sehingga dianggap memiliki potensi ditinggali oleh mikroba.

Jarak Saturnus ke Matahari

Saturnus memiliki jarak 1.428.000.000 km ke matahari. Dikatakan bahwa planet ini melakukan revolusi selama 29 atau 30 tahun dan waktu yang diperlukan untuk melakukan satu kali rotasi yaitu selama 10 jam 14 menit.

Saturnus masuk dalam kelompok planet luar, karena memiliki jarak rata-rata ke matahari lebih panjang dari jarak rata-rata bumi ke matahari. Planet satu ini juga merupakan planet yang masuk dalam kategori berukuran sangat besar.

Inti planetnya dikelilingi oleh lapisan-lapisan hidrogen metalik yang cair dan tebal. Selain itu, Saturnus juga memiliki lapisan cair yang terdiri dari molekul hidrogen jenuh, yang kemudian seiring meningkatnya ketinggian akan berubah menjadi bentuk gas. Dikatakan bahwa lapisan luarnya memiliki tebal 1000 km.

Diameter Saturnus

Planet Saturnus memiliki diameter 120.200 km. Diameter ini memiliki sebutan yaitu Zohal. Gas yang dmiliki Saturnus yaitu hidrogen, helium, metana dan juga amoniak. Saturnus memiliki tiga cincin yang mengitarinya, masing-masing cincin memiliki diameter 152.000 km, 160.000 km dan 260.000 km.

Saturnus juga dianggap mirip dengan Jupiter, karena memiliki struktur dalam yang serupa. Yaitu, tersusun atas bebatuan kecil yang dikelilingi dengan helium dan hidrogen. Inti Saturnus memiliki komponen yang serupa dengan inti Bumi. Akan tetapi, Saturnus memiliki massa atau ukuran yang lebih besar dari Bumi.

Permukaan Saturnus

Sebagaimana halnya benda langit di tata surya, termasuk Bumi dan juga Bulan. Saturnus memiliki struktur permukaan yang tidak rata. Akan tetapi, berbeda dengan Bumi yang memiliki dua jenis permukaan, yaitu lautan dan daratan. Saturnus tidak memiliki perairan karena ketidakmampuannya menahan air.

Saturnus sangat dingin karena memiliki suhu yang rendah. Mengingat bahwa jaraknya dengan matahari lebih jauh dari Bumi. Selain itu, Saturnus juga memiliki lubang-lubang pada permukaannya. Akibat dari adanya berbagai kejadian atau tubrukan dengan benda langit lainnya.

Cincin Saturnus Terbuat Dari

Saturnus sangat erat kaitannya dengan cincin, adapun strukturnya yaitu terdiri dari berbagai partikel es dengan sedikit puing-puing bebatuan dan debu. Tetapi, cincin yang dimiliki Saturnus lebih banyak mengandung es, air, sedikit senyawa yang disebut dengan Tholin, dan lapisan karbon tak berwujud.

Ada sekitar 7% jenis partikel karbon yang tidak memiliki wujud menjadi penyusun cincin Saturnus. Cincin ini diketahui memiliki fungsi untuk melindunginya dari kejadian di ruang angkasa. Yaitu, dapat meminimalisir tubrukan dengan benda langit. Maka, cincinnya terlebih dahulu yang akan bertubrukan sebelum planetnya.

Suhu Planet Saturnus

Dikatakan sebagai planet yang dingin, memang benar adanya. Saturnus memiliki suhu yaitu sekitar -173 derajat celcius. Bahkan suhu terhangatnya saja hanya -113 derajat celcius. Mengingat bahwa jaraknya dengan matahari sebagai sumber panas terlampau jauh.

Adapula teori yang menyatakan bahwa Saturnus dapat membuat sumber panasnya sendiri di dalam inti planet. Di mana sumbernya didapatkan dari hujan helium. Sehingga terjadi suatu proses dan menimbulkan gesekan yang akan menghasilkan panas.

Julukan Planet Saturnus

Saturnus memiliki julukan yang sangat unik yaitu raksasa gas. Julukan tersebut disematkan karena kandungan hidrogen dan helium yang ada pada Saturnus sangat melimpah. Bahkan zat tersebut menjadi partikel penyusun utamanya.

Bentuk Saturnus yaitu sferoid pepat, di mana bentuk ini tertekan atau agak pipih. Ada dua bagian yang menonjol di bagian kutub-kutubnya, sehingga membuatnya memiliki tonjolan pada area sekitar garis khatulistiwa.

Fakta Tentang Planet Saturnus

Ada beberapa fakta unik yang dimiliki oleh Saturnus planet bercincin. Khususnya pada satelit-satelitnya yang banyak. Selain itu, Saturnus hanya memiliki ciri-ciri umum yang dimiliki juga oleh berbagai planet lainnya. Berikut penjelasannya.

1. Satelit Enceladus Memiliki Laut

Salah satu satelit Saturnus yang terkenal yaitu Enceladus. Satelit ini dikatakan memiliki kandungan air laut. Hal tersebut ditemukan oleh seorang ilmuwan yang menyebutkan bahwa satelit ini memiliki kandungan amonia yang sama dengan ekosistem lautan.

Zat amonia tersebut diketahui merupakan zat antibeku, yang dapat menjaga lautan di bawah tanah tidak membeku meskipun cuaca sedang dalam keadaan ekstrim. Selain itu, ada pula temuan lain yang menyebutkan bahwa satelit Saturnus ini mampu menyemburkan gas.

Gas-gas tersebut memiliki kemampuan menjaga cairan es yang berada di bawah kerak es. Gas tersebut keluar akibat adanya gravitasi satelit dan menjadikannya salah satu bagian dari cincin planet Saturnus.

2. Satelit Dione Memiliki Kandungan Oksigen

Mengingat bahwa oksigen merupakan salah satu unsur yang dapat membuat adanya kehidupan, ternyata zat ini juga ditemukan di salah satu satelit Saturnus. Penemuan ini cukup mengejutkan dan berhasil terdeteksi oleh pesawat Cassini.

Pesawat ini berhasil melihat adanya gumpalan oksigen. Diperkirakan bahwa energi dari medan radiasi yang bersifat intens di Saturnus ini memiliki kemampuan untuk merangsang atom oksigen yang tersimpan dalam bebatuan es. Meski memiliki kandungan oksigen, namun Dione ini tetap memiliki permukaan yang tandus.

3. Titan Memiliki Laut Bawah

Satelit lainnya yang juga memberikan kejutan, yaitu satelit terbesar Saturnus, Titan. Satelit ini dikabarkan memiliki laut bawah yang tertutupi oleh es. Penelitian ini dilakukan oleh dua orang ilmuwan, keduanya menyatakan bahwa Titan mengandung kelembaban yang cukup tinggi hingga 50%.

Kemungkinan tersebut juga didukung dengan adanya penemuan partikel garam dengan komposisi yang sangat mirip dengan lautan. Dengan begitu, hal tersebut juga mengindikasikan bahwa sebagian besar es yang dikeluarkan Enceladus menguap dari air garam.

Pada 2015 lalu juga, pesawat Cassini mengindikasikan adanya bulu-bulu Enceladus, zat tersebut diperkirakan dapat menjadi sebuah bahan yang mampu untuk menopang sebuah kehidupan dengan adanya metanogenesis.

Planet Saturnus memiliki berbagai keunikan dan fakta yang menarik. Jaraknya yang cukup jauh dari matahari atau sumber panas tidak membuatnya kehabisan zat hidup. Keunikan cincinnya menjadikan Saturnus memiliki ciri khas yang mudah diingat dan dikenali.

Artikel Lainnya:

You are here: Page 1