SNARK

Pusat Informasi Up To Date

Tag: pancasila

January 19, 2021

Mengenal Lambang Garuda Sebagai Simbol Bangsa

beltwaysnark.com | Kalangan anak muda Indonesia memang gampang sekali terdistraksi dengan kebudayaan luar negeri. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya anak muda Indonesia yang mengikuti kebudayaan dan lebih mengenal segala hal yang ada di luar negeri. Sebenarnya hal tersebut tergolong normal asalkan tidak berlebihan.

Nah, masalahnya adalah banyak bangsa muda Indonesia yang sampai di titik ekstrim yaitu tidak mengenali lagi seluk beluk negaranya sendiri. Termasuk dengan simbol yang dimiliki oleh negara Indonesia yaitu Lambang Garuda.

Kamu, sendiri bagaimana? Apakah kamu juga mengenali lambang Garuda yang dimiliki oleh Indonesia sebagai simbol bangsa dengan baik? Perlu menjadi catatan khusus bahwa Lambang Garuda ini bukanlah sebuah pajangan semata.

Banyak sekali makna dan filosofi yang tersimpan di dalamnya. Bahkan di sana juga dititipkan berbagai nilai-nilai leluhur yang dimiliki Indonesia. Bagi kamu yang belum tahu, mari berkenalan lebih dekat dengan Lambang Garuda yang merupakan simbol bangsa Indonesia ini.

Lambang Burung Garuda Pancasila

Sebuah negara tentunya dilihat dari berbagai faktor yang dimilikinya. Termasuk faktor jati diri dan juga identitas yang tidak bisa dilewatkan begitu saja. Semakin kuat jati diri dan juga identitas yang dimiliki oleh sebuah negara maka akan mempengaruhi bagaimana negara lain memandang negara tersebut.

Hal tersebut biasanya diwakilkan melalui simbol atau gambar yang menjadi jati diri dari sebuah bangsa. Untungnya, negara Indonesia sudah memiliki simbol tersebut dan sudah dikenal luas oleh banyak pihak.

Bahkan pastinya kamu sudah sangat familiar dengan simbol yang satu ini. Kenapa bisa begitu? Sederhana saja, karena simbol ini sendiri ditempatkan pada banyak sudut ruangan di berbagai tempat di Indonesia. Mulai dari di kelas, di kantor maupun di banyak tempat lainnya.

Simbol tersebut adalah Burung Garuda Pancasila yang telah menjadi jati diri dari negara Indonesia. Ia menjelma menjadi kebanggan dan juga jati diri yang melekat kuat pada negara Indonesia. Menyatukan segala perbedaan yang ada di setiap lini masyarakat untuk satu tujuan yang sama. Tujuan tersebut adalah untuk masa depan yang lebih cerah untuk Indonesia dan bisa dinikmati oleh setiap warga negaranya.

Arti Lambang Garuda Pancasila

Sebagai simbol dari Bangsa Indonesia tentunya lambang Garuda Pancasila bukanlah sekadar gambar belaka. Tentu di dalamnya, terdapat berbagai makna mendalam yang menggambarkan cita-cita dan juga keinginan luhur seperti ini.

  • Arti Bintang Emas
bintang

Seperti yang diketahui bahwa dalam burung Garuda terdapat simbol bintang emas yang terlihat mencolok. Nyatanya bintang emas memiliki makna sendiri di dalamnya. Makna tersebut adalah mencerminkan dari Sila Pertama dari Pancasila yaitu “Ketuhanan Yang Maha Esa” Tak ubahnya bintang yang selalu tinggi dan juga memberikan cahayanya. Itulah makna dari bintang emas tersebut.

  • Arti Rantai
Rantai Emas

Berikutnya adalah rantai yang juga menjadi bagian tidak terpisahkan dari lambang Garuda Pancasila. Apabila Bintang Emas merupakan representasi dari sila pertama maka rantai merupakan representasi dari sila Kedua di Pancasila. Seperti yang diketahui bahwa Sila Kedua Pancasila adalah “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.” Persis seperti rantai yang saling mengikat antara satu sama lain supaya semakin kuat. Begitu juga manusia yang akan semakin kokoh dan kuat apabila saling bergotong royong antara satu sama lain.

  • Arti Pohon Beringin
pohon beringin

Kali ini, Pohon Beringin yang mewakili sila Ketiga Pancasila yaitu “Persatuan Indonesia”. Hal ini tidak bisa dilepaskan dari filosofi Pohon Beringin sendiri yaitu kekokohan. Dilihat dari bentuk pohonnya yang besar dan akarnya yang menghujam kuat di tanah. Persis menggambarkan kuatnya persatuan Indonesia. Padahal seperti yang diketahui bahwa negara Indonesia sendiri datang dari berbagai ras dan juga agama. Namun nyatanya persatuan di Indonesia tetap dapat dijaga dengan baik.

  • Arti Kepala Banteng
banteng Lambang Sila Keempat

Kepala Banteng juga menjadi bagian tidak terpisahkan dari simbol Garuda Pancasila untuk Indonesia. Diawali karena merupakan representasi dari sila keempat yaitu “Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan.” Bunyi sila tersebut diwakili melalui hewan banteng yang dianggap suka berkumpul. Hal ini bertujuan dengan niat bahwa warga Indonesia saling berkumpul atau saling bermusyawarah dulu sebelum memutuskan sesuatu.

  • Padi dan Kapas
Padi Kapas

Terakhir adalah Padi dan Kapas yang juga mewakili sila terakhir Pancasila yaitu “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”. Tak ubahnya padi dan kapas yang diperuntukan bagi siapapun tanpa melihat status sosial maupun ras yang dimiliki. Nilai tersebutlah yang ingin ditanamkan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Yaitu bersikap adil di segala kondisi dan peristiwa apapun.

Pengertian Bhineka Tunggal Ika dalam Lambang Garuda Pancasila

Dalam lambang Garuda Pancasila pastinya ada satu kalimat yang terlihat mencolok dan menjadi perhatian banyak orang. Tidak terkecuali oleh kamu yang juga pastinya bisa melihatnya. Kalimat tersebut adalah “Bhineka Tunggal Ika” Kalimat yang pastinya sering didengar dan didengungkan oleh banyak.

Nah, masalahnya adalah kamu sudah tahu atau belum pengertian dari kalimat itu? Jangan sampai kamu mengaku sebagai warga negara Indonesia yang baik tapi tidak menahu tentang artinya. Tapi bagi kamu yang belum tahu artinya maka jangan khawatir. Soalnya akan diuraikan secara singkat di bawah ini.

Secara harfiah, Bhineka Tunggal Ika memiliki artian yaitu Berbeda-Beda Namun Satu Juga. Kalimat sederhana tersebut akan terasa sangat penuh makna apabila melihat kondisi Geografis dari Indonesia. Seperti yang diketahui bahwa negara Indonesia terdiri dari 17.000 pulau dengan bahasa, ras, agama hingga budaya antara satu sama lain.

Namun hal tersebut bukanlah menjadi halangan bagi warga Indonesia untuk bersatu dengan tujuan yang sama saling menyatukan. Tidak sembarangan karena kalimat itu diambil dari Bahasa Jawa Kuno lebih tepatnya pada Buku Kakawin Sutasoma karangan Empu Tantular. Buku tersebut dikarang pada tahun sekitar 14 Masehi. Buku tersebut fokus membahas toleransi antar manusia yang mesti ditanamkan jauh di dalam lubuk hati. Supaya bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari untuk saling bergotong royong tanpa melihat sekat perbedaan yang ada.

Dengan filosofi yang begitu dalam dititipkan oleh para leluhur pastinya ada pesan tersendiri. Bahwa menyatukan segala perbedaan yang ada memang bukanlah perkara yang mudah. Untuk itulah, kalimat tersebut menunjukan fungsinya sebagai pengingat bagi seluruh warga Indonesia.

Ketika terjadi perbedaan maka semboyan “Bhine Tunggal Ika” akan selalu menjadi kompas penunjuk jalan ke arah pulang. Bahwa apapun perbedaan yang ada maka Indonesia akan selalu menjadi rumah bagi setiap warga negaranya. Jadi kalimat Bhineka Tunggal Ika bukan hanya pajangan semata lho.

Lambang Garuda dan Artinya

Garuda sebagai simbol negara Indonesia memang diciptakan melalui berbagai proses yang panjang dan juga pemikiran yang tidak sembarangan lho. Tidak heran apabila kemudian lambang Garuda ini memiliki artian yang sangat mendalam.

Diawali dengan simbol Burung Garuda yang juga memiliki makna dan artinya sendiri. Makna dari Burung Garuda sendiri adalah menggambarkan dari hewan mitologi yang kuat dan juga tangguh. Sebuah makna yang tentunya diharapkan bisa ditularkan kepada Indonesia yaitu menjadi negara yang kuat dan juga tangguh.

Berikutnya adalah warna keemasan yang melekat kuat pada gambar Burung Garuda. Warna keemasan tersebut memiliki makna tentang keagungan dan kejayaan. Jadi diharapkan nantinya, negara Indonesia bisa mencapai keagunan dan kejayaan seperti yang diharapkan.

Dilanjutkan dengan bagian paruh, cakar hingga sayap pada Burung Garuda. Nyatanya setiap bagian tersebut bersatu untuk membentuk makna yaitu kekuatan yang dimiliki oleh sebuah negara.

Lalu kedua cakar dari Burung memegang sebuah kalimat agung yaitu “Bhineka Tunggal Ika” merupakan simbol dari bangsa Indonesia yang akan selalu memegang prinsip dari kalimat tersebut. Kalimat tersebut memiliki arti yaitu “Berbeda-beda Tetap Satu Juga.”

Nyatanya maksud dari ini adalah agar bangsa Indonesia bagaimanapun kondisinya tetap memegang teguh filosofi dan juga prinsip ini. Dilanjutkan dengan tameng yang mengartikan sebagai pertahanan atau perlindungan dari negara Indonesia.

Seperti yang diketahui bahwa negara Indonesia sendiri merupakan negara yang dilewati oleh garis khatulistiwa. Hal tersebutlah yang membuat negara Indonesia menjadi negara yang istimewa dan ingin terus diingat melalui simbol Burung Garuda tersebut.

Dilanjutkan dengan ruang perisai yang berisi langsung dengan bendera Merah Putih yang merupakan bendera kebanggan warga Indonesia. Jadi tentunya bendera kebanggan warga Indonesia tersebut jangan sampai ditinggalkan begitu saja. Sedangkan untuk yang terakhir adalah lima buah ruang pada burung Garuda.

Lima buah ruang tersebut mempresentasikan Kelima Sila dalam Pancasila. Seperti yang diketahui bahwa Pancasila adalah dasar negara paling utama dari negara Indonesia. Jadi mestinya mendapatkan tempat istimewa pada simbol negara langsung. Hal ini berguna supaya warga Indonesia bisa terus mengingat dari kelima Pancasila tersebut dengan baik.

Pencipta Lambang Garuda Indonesia

sultan hamid 2

Tentunya lambang Garuda Indonesia tidak tercipta dengan begitu saja seperti sihir. Dibutuhkan proses panjang dalam penciptaannya. Meskipun sudah disinggung sedikit, maka tidak ada salahnya untuk lebih tahu tentang pencipta dari lambang Garuda Indonesia ini. Beliau adalah Sultan Hamid II yang namanya akan terus tercatat dalam sejarah.

Sebenarnya awalnya ada dua rancangan untuk dijadikan simbol bangsa Indonesia. Dua rancangan tersebut dibuat oleh Sultan Hamid II dan M.Yamin. Namun nyatanya rancangan gambar yang dibuat oleh M.Yamin ditolak karena dianggap memiliki unsur kental akan budaya Jepang.

Hingga kemudian pada tanggal 8 Februari 1950, Sultan Hamid II menyerahkan desain yang sudah diciptakannya tersebut langsung ke Presiden Soekarno. Tidak berselang lama, Presiden Soekarno lantas mengajukan simbol tersebut ke RIS melalui tangan Wakil Presiden saat itu yaitu Moh. Hatta.

Hingga akhirnya pada tanggal 20 Maret 1950, simbol tersebut kemudian disempurnakan langsung oleh pelukis istana yaitu Dullah. Tentunya dengan perintah langsung dari Presiden Indonesia yaitu Soekarno. Gambar yang sudah disempurnakan tersebutlah yang digunakan untuk simbol bangsa Indonesia hingga sekarang ini.

Semuanya tentu tidak bisa dilepaskan dari jasa dan campur tangan dari Syarif Hamid II. Jadi penting sekali bagi warga negara yang baik untuk lebih mengenali beliau. Beliau sendiri lahir pada 12 Juli 1913 di kota Pontianak. Bisa dibilang, jalan hidup yang dimiliki oleh beliau cukup berliku. Dibuktikan dengan beliau yang dibesarkan orang tua angkat asal Inggris yaitu Salome Catherine Fox dengan Edith Maud Curteis.

Beliau kemudian mengenyam pendidikan di ELS, Sukabumi sampai HBS di Bandung. Barulah kemudian di Belanda lah, beliau baru mendapatkan pangkat letnan karena jejak pendidikan beliau di Tentara Hindia Belanda. Semenjak itu, lompatan karir terus beliau alami hingga kemudian jabatan Menteri Negara dipercayakan Soekarno kepada beliau.

Selama masa menjabat sebagai menteri tersebutlah, beliau kemudian membuat simbol negara yang terkenal hingga sekarang ini yaitu Simbol Burung Garuda. Tidak heran apabila pada tahun 2016 yang lalu, nama beliau dicalonkan sebagai Pahlawan Nasional. Hal tersebut tentunya tidak bisa dilepaskan dari sepak terjang dan juga jasa beliau menciptakan simbol negara yang masih terus dipakai hingga hari ini.

Asal-Usul Lambang Garuda

Mengenal lambang Garuda sebagai simbol bangsa maka tidak bisa dilepaskan dari sejarah panjang yang dimilikinya. Sejarah ini nantinya berhubungan langsung dengan motivasi dan tujuan pembuatan dari Lambang Burung Garuda Pancasila ini. Semuanya diawali pada tahun 13 Juli 1945 yang lalu.

Pada momen tersebut ternyata Panitian Pernacang Undang-Undang Dasar mengusulkan untuk adanya simbol atau lambang untuk negara Indonesia. Jadi nantinya lambang negara Indonesia bukan hanya bendera merah putih saja. Nyatanya usulan tersebut diterima oleh banyak anggota istimewa yang hadir.

Untuk melanjutkan rencana tersebut, maka pemerintah Indonesia lantas mengadakan sayembara yang bertujuan untuk menemukan pihak yang bisa menciptakan lambang untuk Indonesia. Sayembara ini sendiri yang mendapatkan dukungan dari banyak organsisasi lukis.

Sebut saja seperti SIM, Pelukis Rakyat, PTPI hingga KPPI. Sayangnya, masih sudah diberikan waktu hingga tiga tahun ternyata belum ditemukan lambang ataupun simbol yang dianggap cocok untuk mewakili filosofi bangsa yang dimiliki Indonesia.

Nyatanya kegagalan tersebut tidak bisa dilepaskan dari banyaknya seniman yang masih belum paham benar-benar tentang filosofi sesungguhnya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Sebenarnya hal tersebut tergolong wajar apabila mengingat bahwa negara Indonesia pada tahun tersebut baru saja merdeka.

Nah, kemudian barulah pada 20 Desember 1949 ternyata Presiden Soekarno menunjuk Sultan Hamid menjadi menteri sekaligus memberikan tugas khusus. Tugas khusus tersebut adalah menteri tersebut mesti membuat dan mengkreasikan gambar lambang negara. Sebuah tugas besar yang tentunya tidak mudah untuk dilakukan.

Tidak berselang lama, Sultan Hamid kemudian menunjukan rancangan gambar yang direncanakan sebagai simbol negara ke Presiden Soekarno. Namun ternyata rancangan gambar tersebut mendapatkan keberatan dari pihak Partai Masyumi. Keberatan tersebut disebabkan karena simbol gambar tersebut merupakan gabungan antara manusia dengan burung Garuda.

Pihak Partai Masyumi beranggapan bahwa kombinasi anatara gambar manusia dengan burung Garuda akan menghubungkan dengan makhluk mitologi. Padahal masyarakat Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang religius. Karena pertentangan tersebutlah, menteri kemudian melakukan modifikasi terhadap rancangan gambar hingga akhirnya berbentuk gambar Garuda Rajawali. Setelah dimodifikasi, perjalanan dari lambang Garuda tersebut masih berlanjut.

Nah kali ini, perjalanan tersebut dari gambar tersebut berlanjut dengan diberikannya kepada Mohammad Hatta. Bukan tanpa alasan karena ternyata Mohammad Hatta ingin membawa rancangan gambar tersebut ke sidang Parlemen RIS. Semenjak itulah, rancangan gambar ini lantas dikenal sebagai simbol bangsa negara Indonesia hingga sekarang ini.

Dengan semua penjelasan di atas pastinya membuat kamu lebih paham tentang mengenal lambang Garuda sebagai Simbol Bangsa. Jadi kamu yang mengaku sebagai warga negara yang baik maka jangan sampai melupakan jati diri dan juga asal-usul simbol bangsa tersebut. Karena bagaimanapun, dia adalah jati diri yang akan membentuk diri kamu nantinya.

Baca Juga :

You are here: Page 1